
Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Pesawat Angkat Angkut?
Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Pesawat Angkat dan Angkut?
Kegiatan pengangkatan dan pemindahan material melibatkan berbagai personel. Operator menjalankan alat, juru ikat membantu penanganan beban, sementara teknisi menangani pekerjaan teknis sesuai tanggung jawabnya.
Setiap peran membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang berbeda. Karena itu, pemilihan pelatihan Pesawat Angkat dan Angkut perlu disesuaikan dengan pekerjaan, jenis alat, serta kualifikasi yang dituju.
Lalu, siapa saja yang perlu mengikuti pelatihan ini? Berikut panduan untuk membantu perusahaan dan calon peserta menentukan program yang sesuai.
Mengenal Pelatihan Pesawat Angkat dan Angkut
Pelatihan Pesawat Angkat dan Angkut merupakan pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi personel yang terlibat dalam penggunaan serta pengelolaan peralatan angkat dan angkut.
Contoh peralatan yang berkaitan dengan bidang ini adalah forklift, overhead crane, mobile crane, dan berbagai alat lain sesuai klasifikasinya. Masing-masing memiliki karakteristik penggunaan yang perlu dipahami oleh personel terkait.
Salah satu rujukan K3 bidang ini adalah Permenaker Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut, dengan memperhatikan pembaruan ketentuan yang terkait.
Pelatihan Pesawat Angkat dan Angkut bukan satu program yang memberikan kewenangan untuk seluruh alat. Calon peserta perlu mengetahui nama program, lingkup pembelajaran, dan dokumen yang diproses sebelum mendaftar.
Kelompok Peserta yang Perlu Diprioritaskan
1. Operator Pesawat Angkat dan Angkut
Pekerja yang ditugaskan mengoperasikan alat merupakan kelompok utama yang perlu memperoleh pembekalan sesuai pekerjaannya.
Sebagai contoh, operator forklift membutuhkan pembelajaran yang berkaitan dengan penggunaan forklift. Sementara itu, calon operator crane perlu memilih program sesuai jenis crane dan kualifikasi yang dituju.
Perusahaan sebaiknya memberikan informasi mengenai alat yang digunakan, kapasitasnya, serta pengalaman calon peserta kepada penyelenggara. Informasi tersebut membantu menentukan kesesuaian program.
Bagi pekerja yang sudah terbiasa menjalankan alat, pemeriksaan kompetensi dan dokumen tetap perlu dilakukan. Pengalaman praktis perlu didukung pemahaman prosedur serta pemenuhan persyaratan penugasan.
2. Juru Ikat atau Rigger
Juru ikat merupakan personel yang berperan dalam pekerjaan pengikatan beban dan penggunaan alat bantu angkat.
Pembelajaran untuk peran ini berkaitan dengan pemilihan alat bantu, pemeriksaan pengikatan, dan koordinasi dalam kegiatan pengangkatan. Ketentuan mengenai kewajiban juru ikat juga dibahas dalam pengaturan K3 Pesawat Angkat dan Angkut.
Pelatihan rigger perlu dibedakan dari pelatihan operator. Keduanya dapat bekerja dalam satu tim, tetapi tanggung jawab dan kebutuhan kompetensinya berbeda.
3. Teknisi Pesawat Angkat dan Angkut
Teknisi membutuhkan pembelajaran yang sesuai dengan pekerjaan teknisnya, seperti pemeliharaan atau perbaikan dalam lingkup tanggung jawab yang diberikan.
Perusahaan perlu memastikan bahwa program yang dipilih memang ditujukan untuk teknisi. Materi pengoperasian alat saja belum tentu memenuhi kebutuhan pekerja yang bertanggung jawab terhadap kondisi teknis peralatan.
Sebelum mendaftar, sampaikan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan jenis pekerjaan calon peserta. Pemeriksaan ini membantu menghindari pemilihan program yang kurang sesuai.
4. Calon Ahli K3 Bidang Pesawat Angkat dan Angkut
Personel yang dipersiapkan untuk peran Ahli K3 bidang Pesawat Angkat dan Angkut perlu mengikuti jalur pembinaan serta memenuhi persyaratan khusus yang sesuai.
Program ini berbeda dari pelatihan operator, juru ikat, maupun teknisi. Calon peserta perlu memeriksa kesesuaian pendidikan, pengalaman kerja, lingkup tugas, serta proses penerbitan dokumen kewenangan.
Untuk perencanaan pengembangan personel, perusahaan sebaiknya menentukan kebutuhan peran terlebih dahulu sebelum memilih pelatihan.
Bagaimana dengan Supervisor, HSE Staff, dan Safety Officer?
Supervisor, HSE Staff, serta Safety Officer dapat memperoleh manfaat dari pembelajaran keselamatan pengangkatan dan pemindahan material. Pemahaman ini membantu mereka mengenali pembagian tugas, membaca prosedur, dan berkoordinasi dengan personel lapangan.
Namun, kebutuhan mereka perlu dibedakan berdasarkan penugasan:
| Tujuan pembelajaran | Arah program yang perlu diperiksa |
|---|---|
| Memahami bahaya dan koordinasi pekerjaan | Pelatihan awareness atau keselamatan pengangkatan |
| Mengoperasikan alat tertentu | Pelatihan operator sesuai alat dan kualifikasi |
| Melakukan pengikatan beban | Pelatihan juru ikat atau rigger |
| Menangani pekerjaan teknis | Pelatihan teknisi sesuai bidang |
| Dipersiapkan sebagai Ahli K3 bidang PAA | Program khusus sesuai persyaratan peran |
Jabatan HSE atau supervisor tidak otomatis memberikan kewenangan untuk mengoperasikan alat. Jika seseorang mendapat penugasan tambahan, kebutuhan kompetensi dan dokumennya harus diperiksa sesuai tugas tersebut.
Apakah Mahasiswa dan Fresh Graduate Bisa Mengikuti?
Mahasiswa dan fresh graduate dapat mulai mempelajari dasar keselamatan pesawat angkat dan angkut. Pengetahuan ini relevan untuk mengenal aktivitas industri sebelum magang atau bekerja.
Untuk program yang berkaitan dengan sertifikasi dan lisensi, kelayakan peserta perlu diperiksa terlebih dahulu. Persyaratan dapat mencakup pendidikan, usia, kesehatan, dan pengalaman sesuai jenis program serta kualifikasinya.
Karena itu, jangan langsung memilih program hanya berdasarkan nama alat yang diminati. Sampaikan latar belakang dan tujuan belajar kepada penyelenggara agar jalur yang dipilih sesuai kondisi peserta.
Cara Perusahaan Menentukan Peserta Pelatihan
Perencanaan peserta dapat dimulai dengan membuat daftar alat dan personel yang terlibat. Setelah itu, perusahaan dapat meninjau beberapa pertanyaan berikut:
- Alat apa yang digunakan dan siapa yang mengoperasikannya?
- Siapa yang bertanggung jawab terhadap pengikatan beban?
- Siapa yang melakukan pekerjaan teknis?
- Apakah kompetensi personel sesuai dengan penugasannya?
- Dokumen apa yang sudah dimiliki dan masih berlaku?
- Apakah ada rencana penambahan alat atau perubahan tugas?
Contohnya, ketika perusahaan menambah jenis crane, kebutuhan personel perlu dievaluasi kembali. Pemeriksaan harus mencakup kesesuaian alat, kualifikasi, dan lingkup kewenangan operator yang tersedia.
Memilih Pelatihan dan Sertifikasi yang Tepat
Sebelum mendaftar, pastikan penyelenggara menjelaskan materi, metode praktik, evaluasi, persyaratan peserta, serta dokumen yang diterbitkan.
Sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi, dan Lisensi K3 perlu dipahami sesuai fungsinya. Calon peserta juga perlu mengetahui apakah pengurusan dokumen tertentu termasuk dalam layanan program.
Untuk membantu menentukan pilihan, konsultasikan pelatihan dan sertifikasi Pesawat Angkat dan Angkut di Magnasafetindo. Sampaikan jenis alat, peran peserta, pengalaman, serta rencana penugasan perusahaan.
Setelah pelatihan, perusahaan tetap perlu memberikan pengenalan terhadap alat dan prosedur lokasi kerja sebelum personel menjalankan tugasnya.
Kapan Perlu Memeriksa Perpanjangan Lisensi?
Bagi personel yang sudah memiliki lisensi, perusahaan perlu memantau masa berlaku dan kesesuaian datanya. Pemeriksaan juga diperlukan ketika terjadi perpindahan perusahaan atau perubahan kebutuhan penugasan.
Magnasafetindo menyediakan layanan perpanjangan Lisensi K3/SIO Pesawat Angkat dan Angkut, termasuk pengurusan perpindahan nama perusahaan.
Halaman layanan mencantumkan persyaratan seperti sertifikat, kartu lisensi, keterangan kerja, identitas, serta dokumen tambahan sesuai jenis pengurusan. Kebutuhan dokumen untuk operator dan ahli perlu diperiksa secara terpisah.
Persiapkan pemeriksaan berkas sejak awal agar kebutuhan pengajuan dapat direncanakan bersama perusahaan.
Persiapkan Personel Sesuai Kebutuhan Bersama Magnasafetindo
Peserta pelatihan Pesawat Angkat dan Angkut perlu dipilih berdasarkan pekerjaan yang akan dijalankan. Operator, rigger, teknisi, dan calon ahli memiliki kebutuhan pembelajaran yang berbeda.
Daftar pelatihan Pesawat Angkat dan Angkut di Magnasafetindo sesuai jenis alat dan peran peserta. Bagi pemegang lisensi, konsultasikan kebutuhan perpanjangan atau perpindahan nama perusahaan melalui layanan Magnasafetindo.
All Categories
Skill Wajib Ahli K3 Pemula yang Jarang Diajarkan di Kampus (Tapi Dicari Industri)
5 Alasan Mengapa Sertifikasi K3 Jadi Syarat Wajib di Industri Modern
Sertifikasi Ahli K3 Umum adalah Modal Utama Lolos Interview K3
Kebijakan K3 di Indonesia: Tujuan dan Perannya bagi Perusahaan


